Kamis, 18 April 2013

Perangkat-Perangkat Pada Tower BTS serta Fungsi-Fungsinya

Perangkat-Perangkat Pada Tower BTS serta Fungsi-Fungsinya

Written on:October 25, 2012
Comments
Add One
0
 
Base transceiver station (BTS) atau cell site adalah sebuah peralatan yang memfasilitasi nirkabel komunikasi antara pengguna peralatan (UE) dan jaringan. BTS juga disebut sebagai radio base station (RBS), node B (di Jaringan 3G) atau, cukup, base station (BS). Untuk diskusi dari standar LTE yang ENB singkatan untuk Evolved node B banyak digunakan.
Meskipun istilah BTS dapat diterapkan ke salah satu standar komunikasi nirkabel, biasanya dan umumnya terkait dengan teknologi komunikasi mobile seperti GSM dan CDMA. Dalam hal ini, BTS merupakan bagian dari base station subsystem (BSS) perkembangan untuk sistem manajemen. Ini juga mungkin memiliki peralatan untuk mengenkripsi dan mendekripsi komunikasi, spektrum penyaringan alat (band pass filter), dll antena juga dapat dipertimbangkan sebagai komponen dari BTS dalam arti umum sebagai mereka memfasilitasi fungsi BTS. Biasanya BTS akan memiliki transceiver beberapa (TRXs) yang memungkinkan untuk melayani beberapa frekuensi yang berbeda dan berbagai sektor sel (dalam kasus BTS sectorised). Sebuah BTS dikendalikan oleh kontroler orangtua base station melalui fungsi base station kontrol (BCF). BCF ini dilaksanakan sebagai unit diskrit atau bahkan tergabung dalam TRX di BTS kompak. Para BCF menyediakan operasi dan pemeliharaan (O & M) koneksi dengan sistem manajemen jaringan (NMS), dan mengelola kondisi operasi dari TRX masing-masing, serta penanganan perangkat lunak dan koleksi alarm. Struktur dasar dan fungsi dari BTS tetap sama tanpa teknologi nirkabel.
<>Rectifier

Rectifier sebagai penyearah tegangan dari tegangan AC yang berasal dari PLN dikonversikan ke dalam tegangan searah untuk di komsumsi perangkat lainnya. Salah satunya merk PowerOne, terdapat 6 buah modul, yang tiap2 modulnya mensuplai 30 Ampere, karena minimal pemakaian perangkat adalah 45 Ampere, maka paling tidak modul yang berfungsi sejumlah 3 buah modul (60 A).
Biasanya Untuk BTS hanya dibutuhkan tegangan DC sebesar +27 Vdc atau -48 Vdc.
<>Perangkat BTS
Untuk GSM ada 2 buah system, yaitu 900Mhz dan 1800Mhz. Dalam sebuah BTS bisa dipasang 900Mhz saja atau dua-duanya. Telkomsel, Indosat, XL, HCPT (3), dan AXIS menggunakan ini.
Sedangkan untuk CDMA biasanya cuma satu saja yaitu CDMA2000-1X, atau CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom.

Salah satunya merk nokia, beroperasi pada frekuensi 900 GHz terdapat 6 modul utama
  • PWSB : Power suplai independen perangkat GSM/BTS
  • BB2F : BaseBand/pengatur slot trafik pada bts
  • WCGA : Combiner antara transmiter ke DVJA
  • TSGB : TRX unit,menentukan kanal frekuensi
  • DVJA : Duplexer/output semua sektor, sebagai pemisah antara transmiter dengan receiver
  •  M2LA : Sebagai combiner receiver ke DVJA
  • BOIA : Prosesor BTS (bentuk sama dengan BB2F, namun memiliki port penghubung untuk maintenance
<>Antena OMNI
Antenna Omnidirectional di rancang untuk memberikan servis dalam radius 360 derajat dari titik lokasi. Sangat cocok untuk Akses Point untuk memberikan servis bagi WARNET sekitarnya dalam jarak dekat 1-4 km-an. Antenna jenis ini biasanya menpunyai Gain rendah 3-10 dBi.
Potongan medan vertikal memperlihatkan penampang yang medan yang sangat tipis pada sumbu vertikal. Hal ini berarti hanya statiun-stasiun yang berada di muka antenna saja yang akan memperoleh sinyal yang kuat, stasiun yang berada di atas antenna akan sulit memperoleh sinyal.


<>Baterai
Baterei Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.
<>Microwave

Microwave system terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.
.
<>Antena Sectoral

Berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).
<>Feeder
Sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.
<>Tower 
Beserta system pentanahannya;  Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.
<>Shelter
Berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).

Jumat, 05 April 2013

Belajar Telekomuniakasi dari Master master Telko


Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.3)

Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.3)

Materi diterjemahkan secara gaya bebas dan kupu2 dari http://www.cellular-planningoptimization.com.

Kali ini kita akan membahas tentang apa itu Pillot Pollution
Pillot Pollution memiliki beberapa definisi, diantaranya :
  • Sebuah cell yg memiliki sinyal yg kuat di satu tempat namun tidak masuk sebagai Active Set (AS)
  • Sebuah cell yg memiliki kriteria untuk ditambahkan sebagai Active Set (AS) namun tidak bisa masuk karena jumlah AS sudah penuh 


           

Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.1)

Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.1)

Dalam beberapa hari ke depan kita akan belajar tentang istilah dasar dalam 3G (UMTS). Materi diterjemahkan secara gaya bebas dan kupu2 dari http://www.cellular-planningoptimization.com.

Kali ini kita akan membahas tentang apa itu AS-MS-DN

Active Set (AS)
Sejumlah Cell yang terdeteksi dan berhubungan dan sedang melayani UE serta dikenali oleh jaringan. Saat Drive Test mungkin nampak sebagai SC atau Pilot namun sebenarnya mereka adalah Cell

Monitored Set (MS atau Monitored Neighbour [MN])
Sejumlah Cell yang terdeteksi UE dan sedang mengawasi UE. Cell ini dikenali oleh jaringan namun belum memenuhi kriteria untuk menjadi Active Set (menjadi neighbour).

Detected Set (DS atau Detected Neighbour [DN])
Sejumlah Cell yang terdeteksi UE namun tidak dikenali dalam jaringan (nampak sebagai Missing Neighbour)

                                               

Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.2)

Mengenal Istilah Dalam Dunia 3G (Part.2)

Lanjut dari Materi sebelumnya. Kali ini akan kita bahas beberapa parameter Sinyal yg umum dijumpai dalam Drive Test
RSSI ( Received Signal Strength Indicator )
merupakan parameter yang menunjukan daya terima dari seluruh sinyal pada band frequency channel pilot yang diukur. Dalam artian semua daya sinyal yang terukur oleh penerima pada satu band frequency wcdma di gabungkan menggunakan proses rake receiver.

RSCP ( Received Signal Code Power )
parameter yang menunjukkan daya terima pengukuran dari satu kode pada channel pilot yang utama. Atau bisa diartikan nilai yang ditunjukkan oleh RSCP adalah daya pada sinyal/pilot yang melayani MS (yang utama).

Ec/No
merupakan perbandingan dalam dB dari Energi chip dengan daya noise total yang diukur pada pilot channel yang utama. Sebenarnya Ec/No sama dengan Ec/Io, hanya saja 3GPP tidak mau menggunakan istilah sama dengan IS-95. Ec/No mengindikasikan kualitas jaringan, yang apabila nilainya semakin kecil berarti tingkat interferensinya tinggi.

RSCP (dbm) = RSSI(dbm)+Ec/No(dbm).

EcNo = RSCP - RSSI


Monggo kalau salah dikoreksi

TCH Congestion Analysis

TCH Congestion Analysis


 TCH Availibility

What should I check?
  • Check TCH Availibility and TCH Blocking

Where do I look for it?
  • Use STS counters for TCH performance. The formulas are :

AVAILABLE TCH OF TOTAL NUMBER OF DEFINED TCH

DROPPED TCH CONNECTIONS OF TOTAL NUMBERS OF CALLS TERMINATED IN THE CELL


Why do I need to check this ?
  • Faulty equipment will lead to that all time slots could not be used for handling traffic causing congestion. Low availability can happen if the channels have been manually or automatically blocked and taken out of service. Check the downtime of the cell based on object type ‘DOWNTIME’ is also recommended.


Increasing Traffic Demand

What should I check ?
  • Check if it’s only short-term traffic growth.

Where do I look for ?
Compare traffic trend performance from STS.

Why do I need to check this ?
The high traffic could either be related to an occasional event or due to a long-term growth. Note that by increasing the number of tranceivers may lead to problems with floor space, antenna installations, CDU type, Expansion cabinets and Combiner type.

Load Mean Holding Time

What should I check ?
  • Check Mean Holding Time and Handover Performance.

Where do I look for it ?
  • Look in TCH Mean Holding Time and Handover statistics from STS (refer to next section) :

TCH MEAN HOLDING TIME







Why do I need to check this ?
Too low handover activity might lead to a long mean holding time. A long mean holding time is not a problem, but if there is congestion, new capacity is needed. Increase the number of TCH if no faults.


Low Handover Activity

What should I check ?
  • Check if there is few handover performance and congestion in neighboring cell.

Where do I look for it ?
  • Handover statistic from STS. Check handover parameters such as too high or too low hysteresis values, missing neighbour relations, one-way handover. In addition, review neighboring cell definitions as missing relations could cause handover problems.

Why do I need to check this ?
  • A low handover activity may lead to congestion if the MS is forced to stay on a cell longer than necessary.

Congestion in Surrounding Cells

What should I check ?
  • Check congestion in neighboring cells.s

Where do I need to check this ?
  • Look into STS congestion performance for neighboring cells.
  • Check if Assignments to worse cell is used. If assignment handover to worse cell is used (directed retry). Check the setting of the parameter AWOFFSET.

Why do I need to check this ?
  • Congestion in surrounding cells will push traffic load to the problem cell and preventing traffic from it to be shifted to it’s neighbor cell list. By reviewing the neighbor list, you might find additional neighbors that might not to be so congested. NCS (Neighboring Cell Support) is useful tool in OSS that can help identify the right neighbors based on signal strength.


Features

What should I check ?
  • Check the use of congestion relieving features such as Assignments to Worse cell, Cell Load Sharing and HCS ( Hierarchy Cells Structured ).

Where do I look for it ?
  • Run these BSC command RLLOP (Assignments to Worse), RLLCP (CLS) and RLHBP (HCS band) to see the status of the features. Refer to CAN on how these features parameters are used.

Why do I need to check this ?
  • If the cell is incorrectly defined as higher priority level of Hierarchical Cell Strcture or HCS parameters are not being used properly, it will draw in more traffic than other cells.
  • The interference levels will increase if assignment to Worse cell is used, as some mobiles will be closer to a co-channel cell than was intended in the frequency plan. The feature will be more effective if the neighbors are not congested. In a tight network with a high reuse and congestion in a larger area, the feature might only make the situation worse.
  • The number of idle TCH allowed in both the serving and target cell before CLS is evaluated (CLSEVEL and CLSACC) should be based on the number of transceivers in that cell. This is so that cell resources are utilized to its maximum potential before traffic is pushed out of neighboring cells, this can be achieved by doing trials in this feature.





TCH Dimensioning

What should I check ?
  • Check TCH traffic and congestion.

Where do I look for it ?
  • Identify cells that are heavily congested from the STS statistics during busy hours. Review the TCH dimensioning plan and strategy.

Why do I need to check this ?
  • Bad allocation of TCH in a system may cause unnecessary congestion. Investigate if possible to move transceivers from non-congested areas. Of course, the base station type, CDU-type, current number of transceivers, floor space, Combiner type, etc., should be considered before a recommendation to move transceivers could be made.


High Antenna Position

What should I check ?
  • Check antenna height, antenna type and antenna tilt.

Where do I look for it ?
  • Refer to site data and drive test results. If necessary make a site visit.

Why do I need to check this ?
  • A high antenna position could mean a too large service area. Also antennas placed on hilltops will cover large areas. A large coverage area might mean that the cell takes a lot of traffic. Lower antenna if there is no risk for loss of coverage (no coverage at all). Tilting of the antenna or changing antenna type may also decrease the coverage area.



The flowchart above, explains a general approach to investigate TCH Congestion. The next section describe the action points in this flowchart. The reference to each action point is indicated on the flow chart as well.



TCH Availibility

What should I check?
  • Check TCH Availibility and TCH Blocking

Where do I look for it?
  • Use STS counters for TCH performance. The formulas are :

AVAILABLE TCH OF TOTAL NUMBER OF DEFINED TCH

DROPPED TCH CONNECTIONS OF TOTAL NUMBERS OF CALLS TERMINATED IN THE CELL


Why do I need to check this ?
  • Faulty equipment will lead to that all time slots could not be used for handling traffic causing congestion. Low availability can happen if the channels have been manually or automatically blocked and taken out of service. Check the downtime of the cell based on object type ‘DOWNTIME’ is also recommended.


Increasing Traffic Demand

What should I check ?
  • Check if it’s only short-term traffic growth.

Where do I look for ?
Compare traffic trend performance from STS.

Why do I need to check this ?
The high traffic could either be related to an occasional event or due to a long-term growth. Note that by increasing the number of tranceivers may lead to problems with floor space, antenna installations, CDU type, Expansion cabinets and Combiner type.

Load Mean Holding Time

What should I check ?
  • Check Mean Holding Time and Handover Performance.

Where do I look for it ?
  • Look in TCH Mean Holding Time and Handover statistics from STS (refer to next section) :

TCH MEAN HOLDING TIME







Why do I need to check this ?
Too low handover activity might lead to a long mean holding time. A long mean holding time is not a problem, but if there is congestion, new capacity is needed. Increase the number of TCH if no faults.


Low Handover Activity

What should I check ?
  • Check if there is few handover performance and congestion in neighboring cell.

Where do I look for it ?
  • Handover statistic from STS. Check handover parameters such as too high or too low hysteresis values, missing neighbour relations, one-way handover. In addition, review neighboring cell definitions as missing relations could cause handover problems.

Why do I need to check this ?
  • A low handover activity may lead to congestion if the MS is forced to stay on a cell longer than necessary.

Congestion in Surrounding Cells

What should I check ?
  • Check congestion in neighboring cells.s

Where do I need to check this ?
  • Look into STS congestion performance for neighboring cells.
  • Check if Assignments to worse cell is used. If assignment handover to worse cell is used (directed retry). Check the setting of the parameter AWOFFSET.

Why do I need to check this ?
  • Congestion in surrounding cells will push traffic load to the problem cell and preventing traffic from it to be shifted to it’s neighbor cell list. By reviewing the neighbor list, you might find additional neighbors that might not to be so congested. NCS (Neighboring Cell Support) is useful tool in OSS that can help identify the right neighbors based on signal strength.


Features

What should I check ?
  • Check the use of congestion relieving features such as Assignments to Worse cell, Cell Load Sharing and HCS ( Hierarchy Cells Structured ).

Where do I look for it ?
  • Run these BSC command RLLOP (Assignments to Worse), RLLCP (CLS) and RLHBP (HCS band) to see the status of the features. Refer to CAN on how these features parameters are used.

Why do I need to check this ?
  • If the cell is incorrectly defined as higher priority level of Hierarchical Cell Strcture or HCS parameters are not being used properly, it will draw in more traffic than other cells.
  • The interference levels will increase if assignment to Worse cell is used, as some mobiles will be closer to a co-channel cell than was intended in the frequency plan. The feature will be more effective if the neighbors are not congested. In a tight network with a high reuse and congestion in a larger area, the feature might only make the situation worse.
  • The number of idle TCH allowed in both the serving and target cell before CLS is evaluated (CLSEVEL and CLSACC) should be based on the number of transceivers in that cell. This is so that cell resources are utilized to its maximum potential before traffic is pushed out of neighboring cells, this can be achieved by doing trials in this feature.





TCH Dimensioning

What should I check ?
  • Check TCH traffic and congestion.

Where do I look for it ?
  • Identify cells that are heavily congested from the STS statistics during busy hours. Review the TCH dimensioning plan and strategy.

Why do I need to check this ?
  • Bad allocation of TCH in a system may cause unnecessary congestion. Investigate if possible to move transceivers from non-congested areas. Of course, the base station type, CDU-type, current number of transceivers, floor space, Combiner type, etc., should be considered before a recommendation to move transceivers could be made.


High Antenna Position

What should I check ?
  • Check antenna height, antenna type and antenna tilt.

Where do I look for it ?
  • Refer to site data and drive test results. If necessary make a site visit.

Why do I need to check this ?
  • A high antenna position could mean a too large service area. Also antennas placed on hilltops will cover large areas. A large coverage area might mean that the cell takes a lot of traffic. Lower antenna if there is no risk for loss of coverage (no coverage at all). Tilting of the antenna or changing antenna type may also decrease the coverage area.
WebRepOverall rating

ANALISIS LAYANAN PAKET DATA SISTEM CDMA 2000-1X BERDASARKAN DATA DROP CALL DAN DATA DRIVE TEST PADA ABIS INTERFACE

ANALISIS LAYANAN PAKET DATA SISTEM CDMA 2000-1X BERDASARKAN DATA DROP CALL DAN DATA DRIVE TEST PADA ABIS INTERFACE

1        Too Many Erasure Frames

Parameter too many erasure frames merupakan penyebab utama terjadinya drop call. Untuk menurunkan
nilai CDR yang dikarenakan too many erasure frames,
terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu :

a) Pengecekan pada cakupan.
b) Pengecekan pada forward dan reverse link interference.
c) Pengecekan pada kesalahan peralatan BTS ( seperti RLDU, CDDU, CDFU dan power amplification module ).
d) Serta mengecek konfigurasi parameter yaitu : parameter kontrol daya dan parameter handoff.

2        No Reverse Frames Received

Batas durasi yang diizinkan untuk menerima reverse frame adalah 240ms. Kegagalan menerima reverse frame 
dapat terjadi karena kesalahan pada link Abis setelah terbentuknya kanal trafik. Apabila pada suatu kasus terjadi multi-way soft handoff , jika satu cabang tidak dapat menerima reverse frame maka cabang yang lain dapat menerima frame tersebut. Tetapi jika panggilan tersebut hanya memiliki satu cabang maka akan terjadi drop call ketika FMR ( Frame Measure Rate ) tidak menerima reverse frame selama 240ms.

Solusi untuk mengatasi terjadinya drop call karena tidak diterimanya reverse frames adalah : melakukan pengecekan pada Abis link dengan cara menambah proper time.

3        Kegagalan pada Interface Abis

Solusi untuk mengatasi terjadinya drop call karena kegagalan pada interface Abis yaitu melakukan
pengecekan pada Interface Abis yang menghubungkan BTS dengan BSC. Apabila terjadi kekurangan sumber daya pada link tersebut maka perlu diberikan penambahan besar bandwidth atau dengan penambahan link fisik E1/ alokasi maksimal pda V-LAN mode Selain itu juga, melakukan pengecekan pada peralatan BSC yang berkaitan dengan interface Abis dari arah BTS ke BSC nya.

4        Kegagalan pada Interface A1

Untuk mengatasi terjadinya drop call karena kegagalan pada interface A1, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu :

1) Melakukan pengecekan pada bagian rangkaian interface A1.
2) Melakukan pengecekan pada sumber daya interface A3/A7.
3) Melakukan pengecekan pada peralatan BSC lain yang berkaitan dengan interface A1.

5        Kegagalan pada Packet Control Function (PCF)

Untuk mengatasi kegagalan pada PCF maka dilakukan beberapa solusi antara lain :

1)      Melakukan pengecekan sumber daya interface A8 dan sumber daya lain yang berkaitan. Kekurangan sumber daya pada interface A8 dapat diatasi dengan cara penambahan kanal sumber daya (resource channel) yaitu CE resource. Penambahan carrier juga dapat dilakukan apabila terjadi kekurangan resource walsh code.
2)      Pesan terjadinya kesalahan yang dikirim oleh PDSN ( paket Data Serving Node ). Mengikuti petunjuk kesalahan yang dikirim oleh PDSN tersebut.

3)      Drop Call Akibat Faktor Lain : Untuk mengatasi drop call, dapat dilakukan perbaikan langsung pada site yang mengalami gangguan dan melakukan optimisasi berdasarkan ke gagalan dari coverage, call switch on pada voice ataupun paket data. 

6        Kegagalan Interface A2

Untuk mengatasi terjadinya drop call  karena kegagalan pada interface A2, disebabkan : 

Kegagalan sistem informasi pada paket pengiriman 64 kbps antara switch, dan element informasi di ISDN, MSC dan Base Station