Kamis, 04 April 2013

Sejarah Telekomunikasi Indonesia

Sejarah Telekomunikasi Indonesia


Akses telekomunikasi tidak bisa dilepaskan dari peradaban masyarakat Indonesia. Tidak hanya mempermudah dalam hal komunikasi, namun juga membuka pintu informasi dari luar ke dalam. Menarik tentunya bila kita menyusuri seperti apa menggeliatnya telekomunikasi di Tanah Air dari masa ke masa. Dari sejarah kita bisa mengetahui kapan dan bagaimana awal perkembangan teknologi bisa hadir di Indonesia.
1984
Sejarah dimulai dengan hadirnya Nordic Mobile Phone (NMT) / sistem analog secara global, termasuk indonesia. The Nordic mobile telephone (NMT) system dikembangkan oleh the telecommunications administrations of Sweden, Norwegia, Finlandia, dan Denmark.
1985
Teknologi mulai beralih ke NMT Modifikasi dengan sistem Advance Mobile System (AMPS). Di Indonesia tercatat ada 4 operator yang mengggunakan sistem ini yakni, PT Rajasa Hazanah Perkasa, PT Elektrindo Nusantara, PT Centralindo Telekomindo, PT Panca Sakti.
1993
PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital Global System for Mobile (GSM) di Pulau Bintan dan Batam. Di tahun ini pulalah letak industri GSM mulai bergerak.
1994
PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang menggunakan SIM Card.
1995
Setelah Satelindo hadir, menyusul setahun kemudian Telkomsel yang didirikan oleh Telkom pada 26 Mei 1995. Bersama Satelindo menjadi operator GSM nasional pertama. Telkomsel menghadirkan layanan pertamanya, yaitu layanan pascabayar kartuHALO.
1996
PT excelcomindo Pratama (Excelcom) beroperasi di Jakarta sebagai operator nasional ketiga GSM di Indonesia yang berbasis GSM, setelah Telkomsel dan Indosat.
1997
Telkomsel memperkenalkan kartu prabayar (prepaid) GSM pertama di Indonesia dan di Asia sebagai alternatif dari kartu Halo. Pemerintah di tahun yang sama mengeluarkan juga lisensi baru bagi operator seluler berbasis PHS dan GSM 1800 kepada 10 operator baru yang memberikan lisensi regional.
1998
Operator Exelcom tidak mau ketinggalan dengan meluncurkan kartu prabayar proXL yang memberikan alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan unggulan roaming. Satelindo yang saat itu berubah nama menjadi Indosat menyusul Telkomsel dan Exelcom dengan meluncurkan kartu prabayar Mentari.
1999
Hingga akhir tahun 1999 di seluruh Indonesia terdapat 2,5 juta pelanggan dan sebagian besar adalah pengguna prabayar Simpati, Mentari dan Pro-XL.
2000
Di tahun inilah layanan pesan singkat (short message service) menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel karena praktis dan berbiaya murah. Di tahun ini juga PT Indosat dan PT Telkom mendapatkan lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional.
2002
Perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi mulai melakukan ekspansi di Indonesia melalui Ericsson dan Alcatel. Di tahun 2002 ini juga Nokia mulai booming di Tanah Air.
2003
Esia hadir di jaringan CDMA 2000 1x dengan fasilitas layanan Fixed Wireless Acecess dan Limited Mobility. Flexi milik Telkom juga ditahbiskan sebagai operator CDMA pertama di Indonesia. Di segmen GSM, Telkomsel meluncurkan layanan EDGE (Exhanced Data Rates for GSM Evolution) dan menjadikan operator pertama yang  mengadopsi EDGE.
Jumlah pengguna layanan seluler di Indonesia mulai mengalami ledakan. Hal ini disebabkan oleh makin murahnya tarif layanan dan juga semakin terjangkaunya harga handset.
2006-2008
Semakin banyak operator yang mulai masuk ke ranah industri telekomunikasi yang dimulai dari Hutcinshon yang membawa merek dagang 3. Disusul dua tahun kemudian kemudian Axis.
2011-2012
Sampai akhir tahun 2011 lalu, menurut data Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI), jumlah pengguna layanan seluler di Tanah Air mencapai 240 juta lebih.
[sumber: detik.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar